Gala Football-Qatar akan menjadi tuan rumah pada event Piala Dunia yang akan digelar tahun 2022 mendatang.Qatar termasuk salah satu negara di dunia yang mempunyai iklim panas karena sebagian besar negaranya merupakan padang pasir yang tandus.Pemerintah Qatar sendiri juga mengharapkan agar negara-negara yang berada di sekitar garis khatulistiwa berani tampil untuk menjadi tuan rumah dari event sepak bola terbesar sejagat raya ini.
Memang yang menjadi masalah besar bagi negara yang berada di lingkup garis khatulistiwa adalah iklim yang panas dan kurang bersahabat,terutama bagi pemain yang berasal dari dataran Eropa dimana mereka telah terbiasa dengan cuaca dingin dan sejuk.Dan menurut yang banyak diwartakan,saat event empat tahunan ini digelar nanti suhu udara bisa berubah menjadi lebih panas mencapai 42 derajat Celcius atau setara dengan 108 Fahrenheit.
Seperti yang dikemukakan Nasser Al Khater,Sekretaris Komite Tertinggi Qatar,jika nantinya negaranya sukses dalam menjadi tuan rumah pergelaran akbar 4 tahunan tersebut yang akan diselenggarakan tahun 2022 nantinya,hal tersebut akan dapat memotivasi negara-negara yang beriklim tropis agar berani tampil menjadi tuan rumah untuk acara serupa.
"Untuk masalah suhu udara,negara-negara yang berada dilingkup khatulistiwa pada umumnya memiliki cuaca yang panas,walau mungkin Qatar akan memiliki suhu yang lebih panas.Tetapi Anda juga tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa negara-negara yang berdekatan dengan khatulistiwa semuanya beriklim panas",ujar Nasser seperti yang dinukil dari ESPN.
Masih menurut El Khater,untuk membantu mengatasi cuaca yang panas Qatar akan menggunakan pendingin udara luar ruangan.Adapun teknologi tersebut telah diterapkan Qatar sejak tahun 2008.
"Teknologi tersebut telah kami terapkan untuk El Sadd stadium sejak tahun 2008.Alat itu masih berfungsi dengan baik hingga saat ini.Mungkin Anda tidak mengetahui seperti apakah alat itu,namun yang jelas kami telah menciptakannya",sambung Nasser.
Al Khater mengungkapkan bahwa sebenarnya alat tersebut berguna untuk membantu membuat suhu udara menjadi lebih dingin walau pihak FIFA sendiri telah merubah jadwal event tersebut yang biasanya diselenggarakan pada musim panas namun untuk di Qatar sendiri akan dilangsungkan pada musim dingin.
(Rom).
Memang yang menjadi masalah besar bagi negara yang berada di lingkup garis khatulistiwa adalah iklim yang panas dan kurang bersahabat,terutama bagi pemain yang berasal dari dataran Eropa dimana mereka telah terbiasa dengan cuaca dingin dan sejuk.Dan menurut yang banyak diwartakan,saat event empat tahunan ini digelar nanti suhu udara bisa berubah menjadi lebih panas mencapai 42 derajat Celcius atau setara dengan 108 Fahrenheit.
![]() |
| Al Waqra Stadium,salah satu stadion sepak bola di Qatar |
Seperti yang dikemukakan Nasser Al Khater,Sekretaris Komite Tertinggi Qatar,jika nantinya negaranya sukses dalam menjadi tuan rumah pergelaran akbar 4 tahunan tersebut yang akan diselenggarakan tahun 2022 nantinya,hal tersebut akan dapat memotivasi negara-negara yang beriklim tropis agar berani tampil menjadi tuan rumah untuk acara serupa.
"Untuk masalah suhu udara,negara-negara yang berada dilingkup khatulistiwa pada umumnya memiliki cuaca yang panas,walau mungkin Qatar akan memiliki suhu yang lebih panas.Tetapi Anda juga tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa negara-negara yang berdekatan dengan khatulistiwa semuanya beriklim panas",ujar Nasser seperti yang dinukil dari ESPN.
Masih menurut El Khater,untuk membantu mengatasi cuaca yang panas Qatar akan menggunakan pendingin udara luar ruangan.Adapun teknologi tersebut telah diterapkan Qatar sejak tahun 2008.
"Teknologi tersebut telah kami terapkan untuk El Sadd stadium sejak tahun 2008.Alat itu masih berfungsi dengan baik hingga saat ini.Mungkin Anda tidak mengetahui seperti apakah alat itu,namun yang jelas kami telah menciptakannya",sambung Nasser.
Al Khater mengungkapkan bahwa sebenarnya alat tersebut berguna untuk membantu membuat suhu udara menjadi lebih dingin walau pihak FIFA sendiri telah merubah jadwal event tersebut yang biasanya diselenggarakan pada musim panas namun untuk di Qatar sendiri akan dilangsungkan pada musim dingin.
(Rom).

Layarnya ketutupan di ponsel saya
ReplyDelete